Arjuna Dan Niwatakawaca.
Arjuna Dan Niwatakawaca.
Niwatakawaca tersenyum penuh kemenangan. Di matanya, barisan dewa tampak menyurut, mundur perlahan seolah tak sanggup menahan kekuatannya. Ia tak tahu, langkah yang ia anggap sebagai kemenangan justru membawanya semakin dalam ke jebakan yang telah dirancang dengan teliti. Setiap langkah maju yang ia ambil adalah langkah mendekati akhir kekuasaannya.
Di balik keheningan, Arjuna tetap berdiri teguh. Ia tidak lari, ia tidak menyerah — ia sedang mengamati. Mata yang tajam tak lepas beranjak, mencari satu celah, satu detik yang tak akan terulang. Busur Gandiva diangkat perlahan, siap melaksanakan tugasnya. Niwatakawaca masih tenggelam dalam kebanggaan, belum menyadari bahwa kesombongannya sendirilah yang membuka pintu menuju kejatuhan.
Dan ketika celah itu akhirnya tampak, Arjuna tidak akan ragu. Ia akan menarik busur sekuat tenaga, membiarkan anak panah melesat lurus menuju kelemahan yang terbuka — bukan untuk dendam, bukan untuk pamer kekuatan, melainkan untuk mengembalikan keseimbangan yang telah diganggu. Kemenangan tidak selalu datang dari serangan yang gaduh; kadang kemenangan sejati lahir dari kesabaran menanti waktu yang tepat, dan satu keteguhan hati yang tak tergoyahkan.
Komentar
Posting Komentar