Di Atas Kecanggihan, Ada Yang Tetap Abadi.

Di Atas Kecanggihan, Ada Yang Tetap Abadi.
 
Filsuf Jacques Ellul pernah mengingatkan: kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya tumbuh sebagai "teknologi penyesuaian" — dibangun untuk kemaslahatan manusia, baik jasmani maupun rohani. Inilah yang disebut teknologi yang berpihak kepada manusia. Namun kenyataannya sering berbeda. Ketika pertimbangan utama hanya untung-rugi, keuntungan modal, dan siapa yang paling berkuasa, maka teknologi dipilih bukan karena baik bagi manusia, melainkan karena paling menguntungkan. Lalu persaingan bergeser menjadi siapa yang paling canggih, siapa yang mampu menguasai segalanya.
 
Di sinilah kita perlu merenung: sehebat apa pun ciptaan tangan manusia, ada kekuatan tak tampak yang tak dapat dikalahkan oleh kecanggihan apa pun. Peristiwa alam yang dahsyat mengingatkan bahwa semua yang kita bangun hanyalah serpihan kecil di bawah kendali kuasa yang jauh lebih besar. Ia mengatur segala sesuatu pada waktu-Nya, tanpa dapat ditunda maupun dipercepat. Percaya atau tidak, itulah kenyataan yang kerap terabaikan saat kita merasa semakin berkuasa.
 
Satu-satunya hal yang tetap adalah perubahan itu sendiri. Segala sesuatu akan berubah seiring berjalannya waktu. Bangunan tinggi, satelit, jaringan komunikasi, semuanya bisa lenyap dan kembali ke titik permulaan. Buku-buku yang kini dipelajari bisa menjadi usang dan terlupakan. Dunia yang terasa semakin dekat bisa kembali terasa jauh. Yang mampu melampaui ruang dan waktu bukanlah mesin atau jaringan, melainkan kemampuan manusia yang bersifat supranatural — kesadaran, kebijaksanaan, dan keterhubungan batin yang tak dapat diputus oleh jarak maupun kemajuan zaman.
 
Ilmu memang terus berkembang, tatanan hidup memang berganti. Namun di tengah segala perubahan itu, jangan sampai kita lupa: yang menopang kehidupan bukanlah kecanggihan alat, melainkan kebijakan dan kemanusiaan yang kita jaga. Itulah warisan yang tak akan musnah, meski peradaban kembali ke titik nol.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sugesti Bali dan Pertemuan Dua Cara Memahami Dunia

Di Antara Buku Tulisan Asli Dengan Tulisan Hasil Ai.

Kisah Jayapangus dan Kang Cing Wie Antara Sejarah Dan Legenda.