Satu Keluarga, Satu Hati.

Satu Keluarga, Satu Hati.
 
Ketulusan yang menjadi ciri khas orang Bali adalah  memandang setiap manusia sama baiknya seperti dirinya sendiri, cerminan murni dari ajaran yang dianutnya. Wasudewa kutumbakam, seluruh dunia ini adalah satu keluarga. Inilah landasan dasar yang membuat orang Bali berbuat baik kepada siapa saja, tanpa terkecuali, bahkan kepada seluruh makhluk hidup yang menghuni bumi. Tidak ada sekat perbedaan yang membatasi kasih dan penghormatan; itulah hakikat toleransi yang hidup nyata di tengah masyarakat, wujud luhur semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
 
Kesopanan mendapat penghormatan yang tinggi di sini. Siapa pun yang datang dengan sikap santun akan disambut dan dihargai sebaik-baiknya. Sebaliknya, kesombongan, sikap angkuh, atau berbuat sewenang-wenang hanya karena merasa dikenal atau berada di posisi tertentu, justru akan mendapat sikap dingin dan penolakan halus dari hati masyarakat. Orang Bali membedakan bukan dari asal atau gelar, melainkan dari tata krama dan kerendahan hati yang ditunjukkan.
 
Berbeda-beda tetaplah satu. Kita boleh berbeda keyakinan, berbeda jalan, namun arah tujuan kita sama — menuju kebaikan dan kedamaian. Kerukunan ini bukan sekadar ucapan di atas kertas, melainkan kenyataan yang dirasakan sehari-hari, di mana perbedaan justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan alasan untuk saling menjauh. Semoga semangat persaudaraan ini senantiasa terjaga, damai menyertai kita semua. 

Orang Bali  tidak menilai siapa kamu, apa warna kulitmu, dari keluarga mana asalmu, kaya atau miskin. Orang Bali melihat, mengenali, dan merespons satu hal saja yaitu perbuatan  yang kamu lakukan. 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sugesti Bali dan Pertemuan Dua Cara Memahami Dunia

Di Antara Buku Tulisan Asli Dengan Tulisan Hasil Ai.

Kisah Jayapangus dan Kang Cing Wie Antara Sejarah Dan Legenda.