Di Mana Sebenarnya Tuhan Berada?

Di Mana Sebenarnya Tuhan Berada?
 
Ada pandangan yang menyatakan bahwa Tuhan tidak ada di bangunan tempat suci. Kehadiran-Nya di sana lebih lahir dari imajinasi manusia yang menghadirkan-Nya, bukan karena keberadaan-Nya yang nyata dan mutlak di tempat itu sendiri. Bukti yang kerap dikemukakan adalah banyaknya kejadian yang justru menimpa tempat-tempat yang dianggap suci: pencurian kotak Sesari, hilangnya Pratima dan benda yang disakralkan, bangunan tertimpa pohon, terkena longsor, dilalap api, disambar petir, hingga perusakan yang dilakukan manusia.
 
Jika Tuhan sungguh-sungguh berdiam di dalam bangunan itu secara langsung, maka tempat tersebut seharusnya menjadi tempat yang paling terlindungi di muka bumi. Tidak ada yang berani mengganggunya, tidak ada bencana yang mampu menyentuhnya. Namun kenyataannya tidak demikian. Tempat suci tetap rawan, rapuh, dan dapat rusak persis seperti bangunan lainnya. Hal ini mengajarkan kita sesuatu yang mendalam: kehadiran Tuhan tidak terikat pada tembok, atap, atau batu-batu yang disusun manusia. Tempat suci  hanyalah sarana, bukan pemilik. Yang sejati tidak dapat dicuri, tidak dapat dibakar, dan tidak dapat dirusak oleh apa pun di dunia ini.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sugesti Bali dan Pertemuan Dua Cara Memahami Dunia

Di Antara Buku Tulisan Asli Dengan Tulisan Hasil Ai.

Kisah Jayapangus dan Kang Cing Wie Antara Sejarah Dan Legenda.