Melebur Dharma dalam Budhi Yoga.
Melebur Dharma dalam Budhi Yoga
Dalam Bhagawad Gita Bab 18 Sloka 57 dijelaskan bahwa Serahkanlah segala perbuatanmu kepada-Ku dengan pikiran yang berpusat pada-Ku, jadilah pengikut-Ku, berlindunglah pada Budhi-Yoga, dan senantiasa arahkan pikiranmu kepada-Ku. Kemudian dalam Bhagawad Gita Bab 18 Sloka 67 dijelaskan bahwa Ajaran ini tidak boleh disampaikan kepada siapa pun yang tidak memiliki kesucian , bukan kepada yang tidak berbakti, bukan pula kepada yang tidak bersedia mendengar, dan tidak boleh kepada orang yang iri hati terhadap-Ku. Jadi Sloka tersebut menegaskan bahwa ajaran yang paling rahasia ini memang tidak untuk dibagikan kepada sembarang orang, melainkan kepada mereka yang hatinya sudah siap dan tulus.
Bagi mereka yang baru mengenal dharma, ia tampil sebagai kewajiban yang harus dipenuhi. Ditinggalkan pada tahap ini justru terasa seperti kesalahan atau dosa. Ego pun bisa tumbuh: merasa berbuat dharma berarti lebih benar, lebih suci, sehingga memandang rendah yang belum melakukannya. Namun perjalanan berlanjut — kewajiban perlahan berubah menjadi kebiasaan yang tulus. Yang kadang dituntut dari luar kini mengalir dari dalam tanpa paksaan.
Pada tingkatan pengenalan hakikat, dharma itu sendiri melebur. Ia tak lagi menjadi ukuran, tak lagi beban, tak lagi daftar yang harus dicentang. Ia sudah menyatu dengan perangai, napas, dan gerak keseharian. Orang itu tak lagi merasa "saya berbuat dharma", sebab pemisahan antara pelaku dan perbuatan sudah hilang. Ego yang merasa paling benar, paling suci, paling tahu, telah luruh sepenuhnya. Ia hidup dalam kebaikan tanpa menyadarinya — seperti pohon memberi naungan tanpa berkata "aku memberi". Inilah puncak Budhi Yoga: bukan meninggalkan kebaikan, melainkan kebaikan yang menyatu hingga tak terpisahkan dari diri sendiri.
Komentar
Posting Komentar