Agama Hindu Bukan Penyembah Setan.

Agama Hindu Bukan Penyembah Setan.
 
Sering terdengar anggapan keliru bahwa agama Hindu menyembah setan. Anggapan ini tidak benar dan bertentangan sepenuhnya dengan ajaran dasar yang tertulis dalam kitab-kitab suci agama Hindu. Umat Hindu menyembah satu Tuhan Yang Maha Esa, yang dikenal dengan sebutan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Brahman, atau Tuhan Yang Maha Pengasih. Semua dewa dan dewi dalam agama Hindu hanyalah berbagai manifestasi dari kebesaran Tuhan tersebut, bukan tuhan-tuhan yang terpisah, dan bukan pula setan atau kekuatan jahat.
 
Dalam kitab suci Rigveda dikatakan: "Ekam sat vipra bahudha vadanti" — Kebenaran itu hanya satu, para bijaksana menyebutnya dengan berbagai nama (Rigveda 1.164.46). Ini berarti meskipun Tuhan dipuja dengan berbagai nama dan bentuk, hakikatnya tetaplah satu kesatuan yang utuh. Tidak ada kekuatan setan yang disembah dalam ajaran ini. 
 
Kitab-kitab suci Hindu secara tegas menyatakan bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan. Tidak ada kekuatan jahat yang berdiri sendiri melawan Tuhan seperti konsep setan dalam pengertian lain. Yang disebut Asura, Rakshasa, atau Buta dalam Lontar dan kitab suci bukanlah setan pencipta kejahatan, melainkan makhluk yang masih terikat oleh sifat gelap atau Tamas, yang pada hakikatnya tetap bisa berubah menjadi baik. Tidak ada makhluk yang diciptakan untuk menjadi jahat selamanya. Dalam Upanishad disebutkan bahwa seluruh alam semesta beserta isinya bersumber dari Atman atau Brahman, dan bersatu dengan-Nya — tidak ada yang terpisah, tidak ada yang lawan.
 
Adapun roh-roh leluhur yang kadang diberikan persembahan, itu bukan berarti disembah sebagai tuhan. Itu adalah bentuk penghormatan dan doa kasih sayang agar jiwa mereka tenang dan melanjutkan perjalanan ke alam berikutnya, yang dikenal dengan istilah Pitra Yadnya. Ini sama sekali berbeda dengan menyembah setan . Semua persembahan, Banten, dan Mantra yang dibacakan dalam setiap upacara, pada akhirnya ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui perantara kekuatan-kekuatan suci yang mewakili sifat-sifat kebesaran-Nya. Semoga penjelasan ini membawa kejernihan bagi kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sugesti Bali dan Pertemuan Dua Cara Memahami Dunia

Di Antara Buku Tulisan Asli Dengan Tulisan Hasil Ai.

Kisah Jayapangus dan Kang Cing Wie Antara Sejarah Dan Legenda.