Apakah Pemangku Wajib Dikenakan Iuran Adat?

Apakah Pemangku Wajib Dikenakan Iuran Adat? 
 
Hal itu tergantung pada Awig-Awig yang telah disepakati bersama, karena setiap Banjar adat memiliki ketentuan yang berbeda. Pertimbangan etis atau tidak etis pun sangat bergantung pada Krama adat yang berlaku di tempat masing-masing. Masalah dana atau Urunan (iuran)  hendaknya melihat keadaan dan situasi setempat. Jika jumlah umat di suatu Banjar sangat sedikit, maka Pemangku yang bijak tentu akan ikut serta menyumbang atau ber-Punia demi tegaknya bangunan suci tersebut; lagipula setiap Punia yang tulus pada akhirnya akan kembali kepada pelakunya sendiri. 

Sebaliknya, jika umatnya banyak, maka sudah sepantasnya warga memahami bahwa pengabdian Pemangku patut dipikirkan dan dibantu. Apabila umat senantiasa memperhatikan dan meringankan beban Pemangku, maka segala yang dilakukannya di pura akan membuahkan hasil yang sungguh-sungguh berguna bagi seluruh warga di Banjar itu. Kesimpulannya, segala hal ini sebaiknya disesuaikan dengan kesepakatan bersama yang berlaku di lingkungan setempat.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sugesti Bali dan Pertemuan Dua Cara Memahami Dunia

Di Antara Buku Tulisan Asli Dengan Tulisan Hasil Ai.

Kisah Jayapangus dan Kang Cing Wie Antara Sejarah Dan Legenda.